Hari Batik Nasional, Melestarikan Kebanggaan Budaya Indonesia

HARI ini tepat empat tahun yang lalu Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Budaya (UNESCO) secara resmi menetapkan batik Indonesia sebagai salah satu warisan dunia kategori “Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Ini membuat batik Indonesia menjadi lebih dikenal bahkan menjadi milik masyarakat dunia.

Kebanggaan tersebut membuat pemerintah menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk merayakan hari bersejarah itu. Sejumlah perusahaan di Jakarta mewajibkan seluruh karyawannya untuk mengenakan pakaian bermotif batik untuk bekerja pada hari ini.

Hasan (34), karyawan perusahaan pertambangan yang berkantor di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat mengaku bahwa sejak hari Jumat (28/9), perusahaannya sudah mencantumkan pengumuman via surat elektronik yang meminta kepada seluruh karyawan untuk berbatik ria pada hari ini. “Tempat saya bekerja, sejak pekan lalu sudah mengeluarkan pengumuman supaya seluruh karyawan mengenakan batik saat Hari Batik Nasional hari ini. Saya bangga memakai batik karena sudah menjadi bagian dari warisan dunia,” kata Hasan yang ditemui saat sedang menunggu kereta di Stasiun Depok Baru, Depok, Selasa (2/10).

Hal serupa juga dilakukan oleh Sekolah Alam Indonesia (SAI) di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan. SAI hari ini menggelar Festival Batik yang melibatkan seluruh komponen sekolah. Menurut Esti, salah satu guru SAI, pada festival kali ini, siswa tidak hanya diwajibkan berbatik, namun juga digelar acara membuat batik di atas berbagai wadah. “Kami juga mengajak siswa dan orangtuanya untuk mengenal lebih dekat lagi mengenai batik. Kami juga melibatkan siswa untuk ikut membatik di atas berbagai wadah, tidak hanya terbatas pada kain saja,” kata Esti.

Sementara itu seorang praktisi dunia digital, Shinta Dhanuwardoyo bahkan sudah memasang status di twitternya dengan hastag #BatikDay, Celebrating a National Pride and a Cultural Heritage of Indonesia.

Shinta berharap #BatikDay tidak hanya sekadar jargon saja, namun bisa meningkatkan kecintaan masyarakat akan batik Indonesia. “#BatikDay adalah sebuah gerakan spontanitas dari hati nurani. Meski batik sudah menjadi keseharian masyarakat Indonesia sejak lahir dan dikenakan untuk acara resmi maupun santai, kami ingin masyarakat Indonesia lebih dari sekadar memakai, tapi juga mengenal sejarahnya, mengetahui arti dan filosofi motif-motifnya sehingga kecintaannya terhadap batik bukan karena reaksi persaingan akan gugatan kepemilikan batik oleh negara lain, tetapi karena memang merasa memiliki,” kata Shinta menjelaskan makna #BatikDay.

Penggunaan bahasa Inggris pada #BatikDay menurut Shinta dimaksudnya agar dunia lebih mengenal batik asal Indonesia. “Sayang sekali jika lembaga dunia sudah mengakui, namun yang tahu hanya di lokalnya saja. Oleh karena itu, pada gerakan ini kami menggunakan bahasa Inggris, Batik Day, dan bukan Hari Batik agar dunia internasional lebih mudah terpapar informasi mengenai batik Indonesia.”

Source: http://www.jurnas.com/news/72614/Hari_Batik_Nasional,_Melestarikan_Kebanggaan_Budaya_Indonesia/1/Sosial_Budaya/Humaniora

One response to “Hari Batik Nasional, Melestarikan Kebanggaan Budaya Indonesia

  1. Ping-balik: Baju For Sale | Gambar Pakaian Adat

BALAS

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s